
Indeks dolar bertahan stabil di sekitar 106,3 pada hari Rabu(11/12), setelah tiga hari berturut-turut mengalami kenaikan, karena investor bersiap menghadapi laporan inflasi AS yang penting yang dapat berdampak signifikan pada kebijakan Federal Reserve.
Angka inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat menunda rencana Fed untuk mengurangi biaya pinjaman, yang berpotensi mendukung dolar AS.
Meski demikian, pasar saat ini memperkirakan peluang 86% penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh Fed akhir bulan ini, meskipun prospek untuk tahun 2025 masih sangat tidak pasti.
Para pedagang juga mengamati keputusan suku bunga dari Bank Kanada dan Bank Sentral Eropa akhir minggu ini, yang keduanya secara luas diharapkan akan menerapkan penurunan suku bunga lebih lanjut.
Selain itu, investor mengawasi perkembangan dari Konferensi Kerja Ekonomi Sentral Tiongkok, terutama setelah Beijing baru-baru ini menjanjikan dukungan moneter tambahan.(azf)
Sumber: Trading Economics
Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...
Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...
Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...
Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...
Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...